Pembekalan Ramadhan

Andi Aladin  

(Kolomnis Harian Amanah; Dosen  Pascasarjana UMI)

(Bagian I) (Diterbitkan di Kolom Tersirat Harian Aminah, selasa tgl 9 Mei 2017:  

Dr. Andi Aladin, MT.

Saat ini kita tengah memasuki bulan Sy’aban 1438H yang berarti Insya Allah  kita kaum muslimin di seluruh dunia akan segera kedatangan tamu agung bulan suci ramadhan 1438H. Saat-saat Ramadhan tiba, Rasulullah saw berhujar: Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala  bulan maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan puasa  membawa segala keberkatan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu….!” (HR Ath-Thabarani). Demikian mulianya Bulan Ramadhan, Rasulullah SAW menyebutnya sebagai Penghulu segala bulan, dan mengibaratkannya sebagai Tamu Agung. Secara tersirat Rasulullah SAW mengharapkan agar kita berbenah diri bagaimana menyambut dan menyikapi Tamu Agung tersebut sesuai Sunnah  beliau SAW, sehingga dengan kedatangannya dapat meningkatkan ketaqwaan kita, sebagaimana harapan Allah SWT mengutus tamu Agung tersebut; Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,   (QS Al-baqarah: 183).  

            Pra Ramadhan di bulan sya’ban saat sekarang ini hendaknya diprakondisikan dengan melakukan persiapan-persiapan fisik dan mental. Keadaan fisik/kesehatan  hendaknya  dalam stamina prima. Bahkan ada baiknya pula kondisi fisik rumah dan lingkungan ditata lebih kondusif, seperti menata penerangan, kebersihan, dan keindahan. Jika memungkinkan dilakukan pengecatan rumah, pergantian gorden, seprei dan sarung bantal  dalam menyambut tamu Agung Ramadhan. Tidak seperti lazimnya,  kita baru sibuk mengecat rumah dan memasang seprei baru justru ketika tamu Agung itu sudah akan kembali (di akhir Ramadhan).    Keadaan kondusif ini perlu agar kita  sekeluarga di rumah dapat merasa betah dan  termotivasi melakukan amalan-amalan Ramadhan seperti tadarrus Al-Qur’an dan shalat sunnat di rumah, bercengkrama dengan keluarga dan tabiyah di rumah. 

Seidaknya ada tiga  amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW dalam menyambut bulan Ramadhan, (1) Banyak  bershaum  (berpuasa)  di bulan Sya’ban, sebagai semacam puasa “pemanasan” untuk kemudian memasuki puasa wajib di bulan ramadhan.  (2). Tabliqh/ceramah di akhir Sya’ban, guna penyegaran kembali pengetahuan tentang fiqih puasa (3) Bertahniah yaitu saling mengucapkan selamat atas kedatangan tamu Agung Ramadhan, saling menggembirakan saling memotivasi terhadap ibadah yang amat mulia dan sarat dengan hikmah dan pahala. “Marhaban yaa Ramadhan”.  (bersambung)

 

(Bagian II) (Tersirat-Harian Amanah, 16 Mei 2017):  Seperti telah disebutkan pada bagian I tulisan ini pekan lalu, ada beberapa amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW dalam menyambut bulan Ramadhan, yaitu memperbanyak shaum (berpuasa)  di bulan Sya’ban, tabliqh/ceramah di akhir Sya’ban, dan bertahniah mengucapkan selamat “Marhaban ya Ramadhan”. Sehubungan dengan amaliah perbanyak bershaum di bulan sya’ban, Ummul Mukminin A’Isyah  Ra memberitakan :“……saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW  berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa sebagaimana puasa di bulan Sya’ban” (HSR Bukhari). Puasa di bulan Sya’ban (minimal puasa Senin dan Kamis) laksana puasa “pemanasan”, sehingga begitu memasuki Ramadhan, kitapun Insya Allah tidak merasa terlalu berat lagi untuk berpuasa sebulan penuh.

Tabliqh/ceramah di akhir Sya’ban, guna penyegaran kembali pengetahuan tentang fiqih puasa. Atau memotivasi kaum muslimin untuk  membuka kembali buku-buku tentang puasa,  sehingga mereka memiliki pengetahuan fiqih yang  cukup dan segar untuk berpuasa dan beramaliyah Ramadhan.  Tidak seperti pada umumnya selama ini, kita  baru sibuk belajar kembali fiqih puasa melalui ceramah-ceramah tarwih justru pada saat puasa sedang berlangsung, laksana anak sekolah nanti belajar setelah ujian berlangsung, maka tidak heran hasilnya pun tidak maksimal. Saat ini banyak daurah-daurah diselenggarakan oleh berbagai lembaga atau organisasi dalam rangka pembekalan ramadhan

Bertahniah yaitu saling mengucapkan selamat atas kedatangan tamu Agung Ramadhan; “Marhaban yaa Ramadhan”. Hal ini dimaksudkan untuk saling   menggembirakan  sesama muslim  tentang kedatangan  bulan Ramadhan yang akan memberikan berkah dan kemuliaan, sehingga kitapun termotivasi untuk melakukan ibadah puasa  penuh rasa gembira dan keikhlasan. Suatu ketika Rasulullah SAW bertahniah sebagai berikut:  Telah (menjelang) datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala  bulan, maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan puasa  membawa segala keberkatan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu (HR Ath-Thabarani). Sangat disayangkan bila Tamu Agung utusan Allah swt  (Ramadhan 1438 H) mendatangi kita lalu kita tidak maksimal memetik hikmah dan memanen berkah darinya. Maka mari kita bergembira dan bersiap menyambut tamu Agung Ramadhan 1438H, dan mari kita fokus beribadah selama Ramadhan tersebut yang sisa (lebih) sepuluh hari lagi. (bersambung)  

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *